sos3

Berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomer: 044/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/II/2013 pada 7 Februari 2013 lalu, prodi Ilmu Sosiologi FISIP Unas sukses mendapat peringkat re-akreditasi B dengan jumlah poin 357.
Jakarta (UNAS) – Universitas Nasional, sebagai institusi perguruan tinggi swasta tertua di Jakarta kembali menambah reakreditasi program studinya. Kali ini giliran Ilmu Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unas yang berhasil meraih nilai re-akreditasi atau akreditasi ulang dengan nilai B. Tidak hanya bersyukur, prodi Sosiologi juga memaknai prestasinya tersebut sebagai basis pengembangan sistem transisi Unas menuju Research University.

Berdasarkan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomer: 044/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/II/2013 pada 7 Februari 2013 lalu, prodi Ilmu Sosiologi FISIP Unas sukses mendapat peringkat re-akreditasi B dengan jumlah poin 357.

“Kami sangat bersyukur kepada Tuhan atas hasil yang telah dicapai, juga berterimakasih kepada segenap rekan Unas yang turut membantu selama proses berlangsung. Tentu ini semua hasil kerja keras semua dosen-dosen Jurusan Sosiologi dan supporting dari Fakultas dan Universitas. Kedepan kita akan berusaha untuk mensejajarkan diri dengan Universitas-Universitas Negeri yang telah mendapatkan akreditasi A,” papar Ketua Program Studi Ilmu Sosiologi Unas, Drs. Sigit Pranawa, M.Si, Rabu (13/3).

Lebih lanjut, Sigit mengungkapkan bahwa standar penilaian untuk program studi Ilmu Sosiologi masih sangat tinggi, tak heran jika di Indonesia sendiri universitas yang berhasil meraih akreditasi A baru terdapat pada 3 perguruan tinggi saja, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga.

Namun demikian, dengan prestasi yang diraih saat ini, prodi Ilmu Sosiologi Unas memaknainya sebagai basis untuk mengembangkan sistem yang sesuai dengan visi Universitas Nasional untuk menjadi Research University. Oleh karena itu, mulai tahun 2013 Jurusan Sosiologi menerapkan metode pembelajaran tidak hanya Student Centered Learning (SCL), akan tetapi juga telah menerapkan Research Based Learning (RBL).

“Perkuliahan nantinya tidak hanya dilakukan dikelas saja, tapi juga ada kuliah lapangan dimana materi yang disampaikan oleh dosen – dosen umumnya dari hasil riset yang telah mereka lakukan. Hal ini kemungkinan akan berlaku untuk hampir semua mata kuliah,” pungkas Sigit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *